Cabuk Rambak, Kuliner Jadul Khas Solo

Salam jumpa..

Gara-gara ada teman yang menanyakan tentang kuliner khas Solo, memori saya langsung kembali ke masa kecil dulu saat masih di Solo yang sering makan makanan yang satu ini.
Cabuk rambak, ya inilah makanan atau kuliner yang menurut saya benar-benar khas Solo. Meskipun memang banyak jenis dan macam makanan yang ber-trademark Solo, tapi nyatanya banyak pula teman-teman saya yang belum tahu apalagi mencicipi nikmatnya cabuk rambak. Padahal mereka tinggal di daerah Karanganyar, Sragen dan Boyolali yang notabene berada tak jauh dari Solo. Dan ini menurut saya cukup membuktikan bahwa cabuk rambak memang kuliner khas Solo. Hehehe..

Cabuk rambak pun sebenarnya sudah lama sekali tidak saya jumpai, mungkin terakhir kali saat saya masih SD kira-kira medio tahun 90-an.
Beberapa hari kemarin saya berpikiran untuk kembali bernostalgia menikmati cabuk rambak. Setelah mencari-cari info tentang tempat-tempat yang masih bisa dijumpai menjual cabuk rambak di Solo (memang kuliner ini sudah cukup langka keberadaannya), maka kebetulan pas libur kerja saya sempatkan dari Karanganyar ke Solo untuk menelusuri jejak cabuk rambak yang masih tersisa.

Dan, akhirnya..

cab

Tampaklah seorang ibu paruh baya berbaju kebaya dan berkain jarik duduk manis dibelakang tenggok cabuk rambak dagangannya di selatan pasar Ledoksari. Saya pun berhenti lalu memesan dua porsi, sebungkus dibawa pulang dan sepincuk lagi yang memang saya ingin sengaja saya nikmati ditempat. Tak berselang lama, sepincuk cabuk rambak mendarat ditangan dan sejurus kemudian kenikmatan cabuk rambak pun terasa. Anehnya rasa khas cabuk rambak dari dulu tak berubah sampai sekarang. Tetap sama, enaaakk..!
Obrolan-obrolan ringan dengan ibu penjual cabuk rambak pun mengisi sela-sela waktu saya menikmati kuliner dari ketupat berbungkus plastik yang diiris tipis dan disiram saus wijen spesial plus karak ini. Dan tak terasa sepincuk cabuk rambak telah habis.
Lalu pulanglah saya dengan membayar tiga ribu rupiah untuk dua porsi cabuk rambak. Sangatlah murah untuk dapat menikmati sajian kuliner Solo yang lezat dan meriah.

Mungkin yang disayangkan adalah sudah jarangnya penjual cabuk rambak di Solo. Mungkin hanya pas Sekatenan saja banyak dijumpai penjual-penjual cabuk rambak di pelataran Masjid Agung Solo.
Tapi apapun itu, semoga nantinya masih dan akan terus ada penjual-penjual cabuk rambak di Solo karena cabuk rambak adalah kuliner khas Solo yang dapat mengingatkan kenangan saya bahkan mungkin orang-orang yang dulu pernah tinggal di kota Solo tercinta. Dan mungkin bagi para pelancong atau warga baru kota Solo yang belum pernah mencicipi Cabuk Rambak, maka kuliner yang satu ini tidak boleh dilewatkan. Sekali coba, langsung suka! Hehehe…

Sekian dan sampai jumpa..

Kontes Tulisan Tentang Solo

Iklan

3 thoughts on “Cabuk Rambak, Kuliner Jadul Khas Solo

  1. Ping balik: Blog Ini ber-Pagerank 2! | MENCOBA NGEBLOG KEMBALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s